Bagaimana masa depan dari Customer Service berbasis manusia?

Juli 10, 2019

Bagaimana masa depan dari Customer Service berbasis manusia? ya ini yang akan admin informasikan sebagai wawasan di dunia layanan pelanggan era digital ini.

Dijaman modern dan serbateknologi ini dituntut untuk masuk kedalam perkembangan tersebut. karena jika kita stagnan dan merasa masa bodoh dengan adanya perkembangan zaman digital ini maka jangan salahkan jika masa depan akan terkikis dengan sendirinya.

dan oleh sebab itulah tidak heran bahwa saat ini serba online. mau bayar pajak, mau ikut tes CPNS dan melengkapi kebutuhan sehari hari seperti beli listrik, air juga dilakukan dengan mudah dengan adanya akses internet online.

Postingan kali ini akan mengulas tentang Masa depan customer service berbasis manusia yang notabene semuanya baik itu bisnis online, perusahaan sedang beramai ramai ingin robot yang bekerja dan salah satunya yaitu dengan chatbot.

Bagaimana masa depan dari Customer Service berbasis manusia?

Apa itu Customer Service

Dilansir dari Wikipedia Customer service bisa disebut juga dengan Layanan Pelanggan yang merupakan penyediaan layanan kepada pelanggan sebelum,

selama dan setelah pembelian. Persepsi keberhasilan interaksi semacam itu tergantung pada karyawan yang dapat menyesuaikan diri dengan kepribadian tamu.

Layanan pelanggan menyangkut prioritas yang diberikan organisasi terhadap layanan pelanggan relatif terhadap komponen seperti inovasi dan penetapan harga produk.

Dalam hal ini, sebuah organisasi yang menghargai layanan pelanggan yang baik dapat menghabiskan lebih banyak uang untuk melatih karyawan daripada organisasi biasa atau mungkin secara proaktif mewawancarai pelanggan untuk mendapatkan umpan balik.

Bagaimana masa depan dari Customer Service berbasis manusia?

Sebenarnya peluang kerja untuk menjadi customer service yang handal juga menjadi sebagian orang yang memiliki cita – cita komunikatif terhadap hubungan khususnya terhadap klien. karena bekerja di dunia customer service dituntut untuk selalu memberikan layanan prima terhadap pelanggan seperti menjawab dan memberikan solusi permasalahan yang sedang dihadapi klien.

Kita ambil contoh suatu misal admin sendiri mengalami permasalahan mengenai masa tenggang pulsa. yang sempat nomor admin mengalami pemblokiran dari salah satu operator terkemuka di indonesia.

langkah pertama admin yaitu langsung menghubungi layanan pelanggan dari operator tersebut dan berbicara langsung dengan karyawan yang bertugas sebagai layanan pelanggan. alhasil jawaban tersebut mengarahkan admin untuk langsung mengunjungi kantor pusat untuk membuka kembali pemblokiran.

dari sautu masalah tersebut admin menemukan solusi sehingga nomor kontak admin bisa aktif kembali. coba jika admin sebelumnya tidak melakukan kiat diatas maka dapat dipastikan nomor admin akan terblokir selamanya.

Saat ini jaman digital dan semuanya dituntut untuk lebih cepat dan tak menutup kemungkinan akan kehadiran terobosan pengganti customer service pada layanan digital seperti chatbot membuat kerja semakin efisien, cepat dan smart.

Seperti kehadiran chatbot botika yang mampu menggantikan peranan customer service para pebisnis online. kita tahu sendiri bahwa pebisnis online memang harus siap akan layanan pelanggan yang membeli produk secara online. dan salah satu triknya yakni memasang fitur chat pada website toko online yang dikelolanya.

sehingga calon pembeli bisa dengan mudah berinteraksi dengan sang customer service tersebut. namun apa jadinya jika banyak masalah dari rubuan pembeli setiap harinya? pasti akan capek balas chat, keteteran dan pembelipun merasa kecewa atas pelayanan customer service tersebut.

Botika Hadir sebagai Solusi Problema Customer Service yang terbatas

Ya siapa sih yang tidak capek melayani pelanggan dan pertanyaannya setiap harinya? apalagi jika ada ratusan hingga ribuan pelanggan. oleh sebab itu chatbot dari Botika dapat membantu permasalahan terbatasnya Customer service yang berbasis manusia.

Kelebihan Chatbot Bahasa Indonesia dari Botika:

  1. Memudahkan Pengisian Konten Percakapan. Dengan chatbot yang menggunakan bahasa Indonesia, tentunya perusahaan Sobat tak perlu repot-repot untuk melakukan translasi ke bahasa lainnya. Dari mulai pengisian konten percakapan pertama kali, hingga perbaikan lainnya terkait percakapan di chatbot, dapat diatur sesuai kebutuhan!
  2. Mendekatkan Pelanggan Sobat. Semakin dekat bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi dengan pelanggan Sobat, tentu chatbot mampu meningkatkan kepuasan dari pelayanan terhadap pelanggan. Menariknya, NLP Bahasa Indonesia yang digunakan dalam chatbot juga dapat disesuaikan berdasarkan target / segmen dari perusahaan.
  3. Strategi Segmentasi Marketing. Sebagai contoh, jika perusahaan Sobat memiliki sasaran target millenial, maka diksi bahasa Indonesia yang seharusnya digunakan dalam percakapan bisa diatur menjadi lebih bersahabat dan memiliki topik konten yang populer ditengah dunia millenial. Chatbot bahasa Indonesia ini menjadi salah satu strategi Sobat untuk menentukan strategi marketing agar sesuai dengan target. Perlu diingat bahwa Sobat perlu menyesuaikan, kepada pelanggan siapa yang akan Sobat ajak untuk berkomunikasi.

Bagi Sobat yang ingin mencoba, chatbot bahasa Indonesia dari BOTIKA dapat diakses melalui berbagai platform media sosial seperti Whatsapp, LINE, Telegram dan Facebook Messenger lho. Botika Solution

Lantas Bagaimana masa depan dari Customer Service berbasis manusia? menurut admin? Customer service berbasis manusia tetap akan selalu ada di negeri tercinta indonesia ini karena tingkat kebutuhan dan peluang kerjanya masih terbuka lebar. selain itu kerja menjadi customer service juga memiliki penghasilan yang cukup mumpuni.

Menurut admin, kehadiran teknologi chatbot ini hanya untuk mempercepat kinerja customer service manusia itu sendiri agar tercipta layanan pelanggan yang benar – benar puas dan prima.

Menurut admin Chatbot bisa langsung dikonfigurasikan dan diintegrasikan dengan sang karyawan customer service manusia itu sendiri, sehingga akan menghasilkan pula kekuatan prima khususnya pada pekerjaan Customer service itu sendiri.

Pencarian dari Google:

Demikianlah artikel tentang Bagaimana masa depan dari Customer Service berbasis manusia ini admin sampaikan sebagai wawasan kepada publik. semoga bermanfaat.

5/5 (3)

Pendapat Pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *